Tampilkan postingan dengan label Ibu Hamil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ibu Hamil. Tampilkan semua postingan

4 Tips Hindari Resiko Keguguran Saat Hamil

Diposting oleh PERPUSTAKAAN ONLINE KEBIDANAN

Kesehatan Ibu Dan Anak Salah satu hal yang paling ditakuti ibu hamil adalah keguguran. Keguguran banyak terjadi pada kehamilan trimseter pertama. Tanda-tandanya mulai dari perdarahan di vagina, kram perut yang hebat di bagian bawah atau perdarahan ringan. Presentase keguguran bagi seorang wanita antara 15 – 50 persen dari kehamilan yang terjadi.

Jangan cemas. Masih banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengindari mimpi buruk itu terulang. Berikut ini merupakan langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk memperkecil risiko keguguran, dikutip dari laman Shine Yahoo.

1. Kenali kondisi tubuh

Bila Anda berencana hamil, langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah melakukan pemeriksaan terhadap faktor-faktor berisiko seperti masalah yang berhubungan dengan diabetes, tekanan darah tinggi, sindrom ovarium polycstic, fibroid, atau kelainan tiroid.

Periksalah riwayat kesehatan Anda, teliti juga obat, jamu, dan suplemen yang pernah Anda konsumsi. Anda juga harus berhati-hati dengan obat-obat yang dapat dengan mudah didapatkan tanpa resep, seperti ibuprofen atau herbal seperti ginkgo.

Lakukan pula diskusi dengan keluarga untuk mengetahui sejarah keguguran pada keluarga besar. Konsultasikan kepada dokter untuk menemukan solusi atas masalah Anda.

2. Hindari stres

Stres bukanlah hal yang baik jika Anda sedang merencanakan kehamilan atau dalam kondisi hamil. Peneliti asal Inggris menemukan, perasaan senang, santai, atau terkontrol dapat mengurangi risiko keguguran sebanyak 60 persen.

Untuk merasakan kebahagiaan di saat hamil, lakukan olahraga ringan seperti senam hamil, makan malam dengan teman-teman atau orang-orang terdekat, atau tonton acara TV favorit Anda.

Bagaimana jika meredam stres dengan seks? Menurut Jonathan Scher, MD, asisten profesor klinis kebidanan dan ginekologi di Mt Sinai Medical Center di New York, Anda harus melewati hubungan intim dengan suami Anda pada trimester pertama, karena hormon dalam air mani dapat merangsang kontraksi. Setelah embrio cukup kuat dan tertanam sepenuhnya pada rahim, Anda dan pasangan dapat menikmati hubungan seksual.

3. Lakukan uji kromosom

Setelah mengalami keguguran, lakukan analisis terhadap kromosom pada jaringan janin. Hal ini sangat berguna untuk mendapatkan informasi terkait masalah kandungan yang Anda alami. Pengujian ini dapat mengungkapkan permasalahan jika terdapat masalah kromosom yang tidak dapat dihindari, penyebab 50 persen keguguran.

Jika hasil tes tidak normal (jaringan memiliki jumlah kromosom yang tidak normal), maka hal tersebut adalah kabar baik untuk Anda karena tidak ada masalah yang berarti pada tubuh Anda. Hal tersebut adalah peristiwa acak, risiko keguguran pun akan semakin berkurang. Waktunya Anda mencoba lagi.

Namun, jika hasil tes kromosom pada janin menunjukkan hasil yang normal, maka harus diadakan pengujian lanjutan. Namun sayangnya, pengujian penting ini masih sangat jarang dilakukan karena pedoman dalam dunia medis tidak merekomendasikan hal tersebut kecuali jika Anda memiliki sejarah keguguran yang selalu berulang.

4. Lakukan tes ulang

Jika kromosom janin Anda normal dan hal ini adalah keguguran Anda yang kedua atau ketiga, maka ada kesempatan bagi Anda untuk memperbaikinya dalam pengujian lanjutan.

Pengujian tersebut meliputi pengujian gen yang mungkin berhubungan dengan pembekuan darah, lemahnya leher rahim, ketidakseimbangan hormon, atau bahkan masalah kekebalan tubuh seperti lupus.

Jika Anda memiliki masalah pembekuan darah, obat anticlotting dapat mengurangi risiko keguguran sebanyak 75 persen. Namun, jika leher rahim Anda lemah, maka Anda memerlukan jahitan pada trimester pertama sehingga dapat mencegah serviks mengalami pembukaan awal dan persalinan prematur
More about → 4 Tips Hindari Resiko Keguguran Saat Hamil

Nutrisi Di Masa Kehamilan

Diposting oleh PERPUSTAKAAN ONLINE KEBIDANAN



Nutrisi sangat diperlukan oleh ibu hamil dan janin selama masa kehamilan. Kita sering mendengar di televisi dan media massa bahwa banyak kasus Gizi Buruk pada bayi, bayi lahir di bawah berat normal, janin yang lahir dengan fisik yang tidak normal bahkan banyak terjadi kasus Kematian Ibu melahirkan dan kematian janin dalam kandungan.

Terlepas dari faktor takdir, tetapi Tuhan selalu memberikan kita kesempatan untuk memperbaiki diri dan mencegah hal-hal negatif yang bisa menimpa kita. Salah satu penyebab terjadinya kejadian-kejadian buruk itu adalah karena kurangnya asupan nutrisi bagi wanita hamil dan janinnya selama proses kehamilan.

Menurut saya Faktor ekonomi yang lemah tidak menjadi penyebab utama terjadinya kekurangan nutrisi ini karena kasus-kasus ini banyak terjadi di pedesaan yang notabene merupakan sumber nutrisi yang berasal dari alam. Nutrisi itu tidak saja bisa didapatkan dari makanan dan susu ibu hamil yang mahal seperti yang ditawarkan iklan di televisi. Semua itu berasal dari produk nabati dan hewani yang sekali lagi dipasok dari desa. Tapi mengapa sebgaian besar kasus kekurangan nutrisi ini berasal dari desa? Jawabannya tidak lain karena mereka kekurangan informasi dan pemahaman tentang nutrisi yang harus dipenuhi selama kehamilan.

Sebagai contoh, asam folat merupakan salah satu nutrisi penting untuk produksi darah dan protein, enzim efektif, serta mencegah kecacatan janin. Padahal asam folat bisa diperoleh dari sayuran berdaun hijau, buah dan sayuran berwarna kuning gelap, kacang merah, kacang polong, dan kacang tanah. Di kota besar mana ada kebun kacang merah dan kacang polong, yang ada paling kacang polong dalam kaleng yang harus dibeli di swalayan atau supermarket.

Atau contoh lainnya, kalsium dan vitamin D dibutuhkan untuk gigi dan tulang yang kuat, penyerapan kalsium, serta kontraksi otot rahim. Sumber terbaik kalsium dapat ditemui pada susu, keju, yoghurt, dan bayam. Vitamin D diperoleh dari sinar matahari pagi, yang Tuhan pun nggak pernah menagih bayaran hanya gara-gara kita memakai sinar matahari,
More about → Nutrisi Di Masa Kehamilan

Kewajiban Suami Selama Masa Kehamilan Istri

Diposting oleh PERPUSTAKAAN ONLINE KEBIDANAN



Di masa-masa kehamilannya, calon ibu dan janin membutuhkan supprot dan dukungan baik jasmani maupun rohani. Disinilah peran seorang suami sebagai kepala keluarga dan calon ayah dari janin yang dikandung istrinya. Berikut ini saya berikan beberapa hal yang harus dilakukan seorang suami di masa kehamilan istrinya.

1. Penuhi Kebutuhan Fisik Calon Bunda Dan Janin
Seorang suami yang memiliki tanggungjawab yang tinggi akan sangat memperhatikan kebutuhan fisik ibu hamil dan darah dagingnya yang sedang berkembang dalam rahim. Ia harus meningkatkan usahanya agar bisa memenuhi semua kebutuhan nutrisi sesuai dengan kemampuannya. Dibutuhkan pengorbanan yang tinggi untuk bisa memenuhi kebutuhan gizi calon ibu dan janinnya agar anaknya bisa lahir dengan sempurna tanpa cacat yang berarti. Perjuangan ini akan sangat dirasakan oleh seorang calon ayah yang memiliki penghasilan pas-pasan, namun perjuangan ini tidak akan sebanding dengan perjuangan istrinya yang mempertaruhkan nyawa untuk melahirkan darah dagingnya sendiri.

2. Berikan Perhatian Dan Kasih Sayang
Selain kenbutuhan fisik, seorang ibu hamil dan janinnya juga membutuhkan belaian kasih sayang suaminya selama masa kehamilan. Di masa kehamilan, sikap “manja” seorang wanita hamil biasanya akan ‘kambuh’, begitu juga dengan emosinya terkadang tidak stabil. Ini bisa dimaklumi karena proses mengandung janin dalam rahim itu bukan masa-masa yang selalu menyenangkan. Jadi seorang suami harus sabar, jangan cuma pas bikinnya aja yang pengen enak.. he..he..

3. S-I-A-G-A
Jadilah suami yang S-I-A-G-A, yaitu siap, antar, jaga. Menjelang persalinan, anda harus mempersiapkan segala sesuatunya mulai dari keuangan hingga hal-hal detil seperti kebutuhan-kebutuhan selama proses kehamilan seperti handuk, pakaian bayi, tempat tidur dan bantal bayi, rencananya mau bersalin di rumah atau rumah sakit atau polindes.

4. Kontrol Kesehatan Ibu dan janin Secara Periodik
Setiap bulan anda harus mengontrol perkembangan kesehatan ibu dan janin ke posyandu, ke puskesmas atau lebih bagus lagi kontrol ke dokter spesialis kandungan. Dokter spesialis memiliki peralatan yang lebih lengkap seperti USG yang dapat mengontrol kesehatan dan mendeteksi kelainan janin sedini mungkin.

5. Bantu Ringankan Aktivitas Istri
Jangan manja jadi suami. Ingat, istri yang sudah hamil besar tidak boleh mengangkat yang berat-berat karena dapat memberikan tekanan yang mengganggau pada rahim. Seorang wanita hamil pada masa kehamilan biasanya sering mengalami tekanan darah rendah karena aliran darahnya harus dibagi dengan janin di kandungannya. Akibatnya dia tidak bisa melakukan aktivitas seperti halnya pada waktu tidak hamil.

6. Dampingi Saat Persalinan Berlangsung

Nah ini ujian yang berat bagi suami yang nggak bisa lihat darah. Kalau anda termasuk tipe yang takut melihat darah, sebaiknya minta wanita dari keluarga anda atau dari keluarga istri untuk mendampingi persalinan. Tapi jika anda tahan melihat darah, anda harus mendampinginya.
More about → Kewajiban Suami Selama Masa Kehamilan Istri